Pasanganmu percaya hoaks dan teori konspirasi? Ini 5 tip untuk menghadapinya

Kalau kamu menjalin hubungan dengan orang yang suka membahas teori konspirasi, mungkin kamu pernah merasa lelah dan merasa tak mengenali orang itu lagi. Lalu, kamu mempertimbangkan: tetap bersabar atau putus hubungan?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan bahwa kita hidup di tengah wabah informasi palsu alias infodemi. Saat ini, misinformasi tersebar cepat seperti penyakit menular.

Sebuah survei pada November 2023 dari perusahaan pemasaran Leger menemukan bahwa nyaris 80% responden Kanada dan 85% responden Amerika meyakini setidaknya satu teori konspirasi.

Biasanya, kita mengira bahwa sosok yang sulit mengenali misinformasi daring adalah orang berumur. Namun, survei tersebut menemukan bahwa individu berusia 18-34 tahun juga percaya konspirasi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kaum muda berusia 13-17 tahun lebih rentan terjebak misinformasi dibanding orang dewasa.

Kondisi sosiopolitik saat ini juga menyuburkan penyebaran narasi konspirasi tentang COVID-19, vaksin, kecurangan pemilu, dan misinformasi lainnya. Untuk menghadapi hal tersebut, ada beberapa langkah yang bisa diambil jika pasangan kita percaya teori konspirasi.

Teori konspirasi merupakan keyakinan bahwa ada kelompok berpengaruh yang diamdiam mengatur segala sesuatunya untuk tujuan jahat.

Misinformasi adalah informasi yang tak sesuai bukti ilmiah yang tersedia saat ini.

Polarisasi politik adalah konflik ideologi antara dua (atau lebih) kelompok yang saling berlawanan. Polarisasi politik dapat berupa kebencian dan prasangka pada grup yang tak sependapat.

Salah satu penulis artikel ini, Kara Fletcher, adalah terapis pasangan dan keluarga. Selama praktik, ia menyadari semakin banyak individu yang bingung dan putus asa menghadapi pasangan yang meyakini pada konspirasi politik dan misinformasi.

Para klien tersebut bercerita bahwa pandangan pasangan mereka awalnya menjadi lebih konservatif, lalu perlahan mulai percaya pada misinformasi dan teori konspirasi.

Kliennya menjelaskan bahwa pasangan mereka mulai mengikuti platform teori konspirasi seperti QAnon yang merupakan platform politik sayap kanan ekstrem di Amerika Serikat. Di Indonesia, komunitas sejenis ini mirip seperti komunitas di grup Facebook atau Kaskus.

Ciri awal lainnya yang lebih tak terang-terangan misalnya mendengar siniar (podcast) seperti Infowars, podcast Joe Rogan, atau web konservatif seperti Daily Wire. Media-media ini sering menuai kecaman karena menyebarkan misinformasi dan teori konspirasi.

Tim riset kami telah mengadakan beberapa penelitian untuk memahami dampak misinformasi dan teori konspirasi pada kesejahteraan mental pasangan. Meski menelitian terkini terkait topik tersebut masih minim, terdapat bukti-bukti dampak negatifnya terhadap hubungan.

Kami sedang mengadakan scoping review pada penelitian yang menganalisis dampak paparan QAnon pada hubungan dengan orang lain. Salah satu partisipan sebuah riset mendeskripsikan QAnon sebagai "ancaman hubungan" yang menciptakan jarak dan tekanan dalam hubungan. Namun, para partisipan mengungkapkan keinginan untuk memahami pasangan dan mencoba memperbaiki hubungan.

Penelitian lainnya menemukan hal serupa yaitu adanya dampak negatif pada hubungan setelah pasangan mereka aktif di QAnon. Di sisi lain, forum QAnon di Reddit punya banyak sekali anggota, mencapai 280 ribu orang.

Lalu, apa yang dapat kita lakukan jika pasangan kita menjadi penggila teori konspirasi? Jika kamu familier dengan situasi ini, berikut tip yang dapat dicoba.

1. Tetap terhubung dengan support system

Menjalin hubungan dengan orang yang percaya teori konspirasi dan misinformasi bisa jadi membingungkan dan melelahkan. Kita bisa meragukan keyakinan sendiri ketika pasangan sangat percaya diri dengan klaimnya.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk menjaga sumber dukungan yang kita miliki, di luar hubungan romantis yang kita jalani. Support system selain pasangan ini akan membantu kita tetap ingat akan nilai yang kita miliki.

2. Selektif dengan konsumsi konten dan berita

Jika pasangan hanya mengonsumsi berita atau konten dari sumber yang tak tepercaya atau sumber teori konspirasi, upayakan untuk menyajikan informasi yang general. Misalnya memutar radio di mobil atau menaruh koran di meja. Buat mereka terpapar akan banyak ide berbagai perspektif dari sumber yang tepercaya.

3. Hindari mengejek dan menyalahkan

Memulai pertengkaran terkait keyakinan mereka tak akan membantu. Konfrontasi justru akan memperkeruh suasana. Mereka justru merasa kita tak memahami niat baik karena kita memosisikan diri sebagai lawan yang menghakimi. Individu yang merasa dihakimi oleh pasangan sendiri justru akan semakin serius terhadap keyakinannya.

4. Latihan berpikir kritis

Jika memungkinkan, munculkan latihan-latihan berpikir kritis yang sederhana. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengajarkan berpikir kritis pada mahasiswa selama tiga bulan dapat menurunkan kepercayaan pada teori konspirasi. Melatih berpikir kritis merupakan langkah manjur untuk meredakan keyakinan akan teori konspirasi dan misinformasi.

5. Cari bantuan profesional

Jika dampak kepercayaan pasangan sudah benar-benar mengganggu, mencari bantuan profesional merupakan ide yang baik. Kita dapat berbincang dengan konselor atau psikolog terkait hubungan untuk mendapatkan dukungan dan ide solusi.

Kami berharap penelitian yang masih terus berkembang ini dapat menawarkan dukungan bagi pasangan dengan sistem kepercayaan yang berbeda.

Kezia Kevina Harmoko berkontribusi dalam penerjemahan artikel ini.

This article was originally published in English

More Uzbekistan News

Access More

Sign up for Uzbekistan News

a daily newsletter full of things to discuss over drinks.and the great thing is that it's on the house!